Wednesday, June 12, 2013

Sky Walker



Pada awal-awal blog ini dibuat, pernah dikemukakan bahwa nilai lebih blog adalah komitmen untuk selalu ada posting periodik. Namun ternyata, beberapa tahun kemudian itu hanya harapan semata.


Bagi sebagian kalangan, glider bukan merupakan pilihan. Manuvernya lamban. Tapi bisa sebagai jawaban untuk pertanyaan asal terbang, apalagi bila berupa powered-glider. Produk The World Models ini relatif ringan. Dengan fuselage 80 senti dan wingspan 160 senti, kelihatan sekali wingloadingnya sangat ringan. Sudah tersedia built-in brushed motor kelas 400 dengan gearbox reduksi dan folding propeller bawaan. Main wing terpisah jadi dua, sehingga relatif portabel dalam transportasi ke runway. Persiapan dan merakit kurang dari lima menit. Sebagaimana glider kecil pada umumnya, benda ini hanya menggunakan 2 servo untuk rudder dan elevator. Kontrolnya sederhana, cocok untuk sundayflyer yang sekedar terbang atau terbang sekedarnya. Test flight menggunakan LiPo 2 sel (7,4v) 1300 mAh sanggup bertahan 20-an menit. Apabila menggunakan LiPo 3 sel 1300-1500 mAh, durasi terbang lebih lama tanpa dampak nose heavy yang signifikan, akan tetapi ruang dibawah kanopi jadi terlalu sumpek.


Ulasan dari beberapa kawan menyatakan kehebatan durabilitas skywalker untuk di-aerobatik-kan. Tapi... tidak usah lah

Acknowledgement: deden for the captures.

Sunday, July 22, 2012

ATTACK-4 [FP-T4NBL]

Meskipun bekerja pada gelombang AM, sejauh ini tidak ada masalah dengan performanya. Pertama kali menggunakan transmitter ini pada trainer The Beatmania produksi The World Models™. Beberapa kali mengendalikan ditempat yang berbeda tidak ditemukan event glitching.
Sejak 2009 radio tersebut disematkan pada handmade low wing elektrik, wingspan selebar wing dragon, bernama: "insomniac".
Yang unik dari benda ini selain wajahnya yang sangat vintage, yakni terdapat jarum penunjuk voltage meter analog.  Channel 2 untuk throttle, channel 3 untuk elevator, tidak seperti pembagian channel futaba pada umumnya.  Thread ini dipersembahkan sebagai rasa syukur atas ketemunya transmitter tersebut setelah sempat tidak terurus selama 3 tahun ini....  Semoga bisa re-maiden insomniac dalam waktu dekat, setelah repair front landing gear.

Friday, March 16, 2012

Komputasi Awan

Setelah internet memasyarakat waktu itu, internet identik dengan penyedia portal besar yang menjadi pintu masuk segala informasi. Kemudian internet berkembang menjadi alat komunikasi serta rumah bagi berbagai korporasi dan organisasi. Inovasi di kala itu adalah menghadirkan internet di dunia seluler sehingga banyak perusahaan yang berupaya membuat versi wap. Browser bagaikan jendela untuk mendapatkan berbagai hal, dari pertanyaan sederhana hingga video apapun.
Lantas muncul istilah internet 2.0 dimana internet berkembang menjadi user-oriented, sehingga era weblog/ blogging mulai marak, forum diskusi bermunculan. Pada era ini game online turut meramaikan lalu lintas dunia maya, account dan domain menjadi hal yang penting sampai-sampai IP address harus dikembangkan ke versi 6. Era user-oriented tidak berhenti disini, internet berkembang menjadi jembatan jejaring sosial dan microblogging.
Lalu beberapa waktu ini, internet semakin diposisikan lebih dekat dengan kehidupan manusia. Misalnya, siaran televisi terintegrasi dalam layanan internet, bersama dengan semua fitur pada jaman sebelumnya. Dan saat ini era komputasi awan (cloud computing) telah dipergunakan. Kendala utama untuk menikmati semua ini adalah pada koneksi penyedia layanan data.

Wednesday, February 1, 2012

Lightweight Spackling

Ah, ini adalah benda penting yang telah didambakan sejak lama. Akhirnya bertemu juga.

Sunday, January 15, 2012

Glider Intubasi

Apa yang belum bisa dilakukan oleh polifoam sejauh ini? Adalah armada dengan wingspan lebar, ya taruhlah dua meteran. Glider adalah pilihan yang paling tepat.
Seperti biasa, semua dimulai menggunakan ilmu Kiralogi dengan bantuan teknik TLAR (That's Look Allright). Ukur sana sini, dan mulai potong dengan pisau/cutter.

Yang utama -sekaligus paling sulit- adalah membangun sayap utama. Dengan memperhatikan aerodinamika, dua meter bukanlah angka yang mudah untuk depron 6 mm. Apapun itu tidak ada salahnya dicoba. Rencana sudut hedral ada di ujung wing. Ukuran chord 20 cm, belum termasuk aileron. Ribs menggunakan depron ukuran sejenis, ditempel menggunakan Araldite.

Setelah ribs terpasang, spar berupa tube karbon diameter 1 cm, ditusukkan sepanjang ribs segaris CG (center of gravity), sedangkan di sepertiga belakang diberi penguat tube karbon 6 mm. Tahap covering wing menggunakan depron 3 mm. Klip dan buku yang tebal mempermudah sesi ini.




Sistem hinge dan control rod sekaligus dipersiapkan. Biaya yang paling murah meriah pada bagian ini adalah kawat baja 2-3 mm didalam selongsong isi bolpen bekas. Sistem tuas servo berikut ini adalah yang paling efektif untuk aileron. Servo cukup satu ditengah sehingga hemat, mengurangi AUW, dan relatif simetris.


Beralih ke fuselage, memperhatikan span dan length, kiranya berisiko jika hanya depron saja material untuk fuse. Sehingga dipertimbangkan untuk menggunakan coroplast pada sisi dalam fuselage, sedikit lebih panjang daripada mounting/ insersi main wing.

Teknik jepit dengan karet gelang seperti ini memberikan keuntungan antara lain: tidak perlu memegangi secara khusus, hasil lebih presisi terutama menyangkut ke'siku'annya, tidak meninggalkan cacat pada permukaan foam, dan lem tidak meleber diluar area penempelan.


Tidak banyak hal khusus untuk bagian elevator dan rudder. Demi menjaga kehilangan momentum dari lengan servo, maka servo ditempatkan didaerah belakang, agar lebih pendek.



Penggeraknya menggunakan Turnigy 750 kv, dengan torsi yang besar cocok untuk folding propeller.


Tiba waktunya maiden. Datang pagi, absen, dan siap-siap.







 
Salut dengan jempol Capt. Yagee




Tuesday, June 7, 2011

iMAX B6 charger

Astaga, sudah setahun lebih tidak ada update di blog ini. Demi menghindari diskontinuitas, maka akan ditampilkan sekilas review mengenai charger.

Adalah LiPro Balance Charger iMAX B6. Tidak tahu juga apakah LiPro itu sebuah singkatan atau sekedar salah typo dari Lithium Polymer :). Benda ini dibeli berdasarkan faktor ikut-ikutan trend dan bisik-bisikan di shelter. Katanya, meskipun ini barang dari China -seperti properti yang lain-, tetapi memiliki fitur yang lengkap. Meliputi charging, discharging serta storage untuk NiMH, NiCd, Pb, Lithium Polymer, bahkan Lithium Fe. Untuk type yang terakhir ini belum pernah mencoba karena hingga saat ini belum pernah memiliki, bahkan belum pernah memegang barangnya secara langsung, alasan klasik dan masih relevan: mahal.
Balance charger/ discharger -pun sebenarnya sudah masuk dalam daftar "have to buy" sejak bertahun yang lalu. Tapi karena frekuensi terbang yang tidak terlalu tinggi maka cycling charge LiPo belum ratusan kali, sehingga cukup tercover dengan charger LiPo biasa.

Dengan fiturnya yang lengkap, benda ini sebenarnya relatif tidak mahal berkalung banderol kurang dari setengah juta rupiah. Transaksinya dilakukan di depan pagar Masjid, sambil nunggu jadwal bimbingan Board kala itu.



Kemampuan untuk charging Pb sudah dicoba untuk batere kering sepeda motor 4500 mAh, menggunakan power supply 12 volt 2A dengan setting charging 1/10C = 450mAh, dibulatkan jadi 0,5A. Baru beberapa jam nancep, alarm berbunyi keras tanda sudah penuh, langsung tokcer.



Displaynya tampak jelas, suara tombolnya keras.


[+]: secara umum, charger ini oke dan recommended, murmer.
[-]: nada tombolnya keras, tidak bisa diatur. Sebaiknya hati-hati jika menggunakannya pada jam kerja, apalagi disaat lembur malam, pasti kedengaran berisik.

Sunday, April 11, 2010

Momen yang sangat langka menginjak tahun 2010 adalah kongkow di shelter. Karena itulah, kejadian ini pantas disamakan dengan satu posting yang berisi satu armada homemade baru.
Satu kebetulan, pada tengah hari masih ada fotografer -tentu saja dengan kameranya- di lapangan.



Hasrat sudah tak terbendung, langsung handlaunch.


Let's dance, Su!


Rasanya kaku sudah lama tidak menyentuh gimbal


Angin laut kencang, tapi struktur sayap delta memang mantap.


Susah bikin level


Gatal sekali, pingin skydive..


Full throttle, bikin boros LiPo


Baru nyadar, bagian kolong belum dibikinin tutup. servonya kelihatan :P


Banking...


Loop.


Mulai palpitasi.


knife edge??


Climbing? bukan


Thanks for today!


Kembali ke hangar.



**Thanks to Mr.Kris, for these all captures.

Sunday, March 14, 2010

Sukhoi - 37 [lagi]

Proyek kali ini merupakan pengembangan dari Sukhoi sebelumnya. Sistem yang ditambah: Thrust Vectoring, dan Controlable Front Gear.

Meskipun sudah pernah membuat versi sejenis sebelumnya, tapi kali ini pengerjaannya sedikit lebih sulit. Lebih sulit lagi untuk menampilkan step by step karena keterbatasan waktu online, sehingga ditampilkan disini spesifikasi jadinya saja. 

Wingspan: 82 cm

Fuselage Length 114 cm 

Power system: Motor Turnigy 2215/20, about 1500 kv

Battery: LiPo 3Cells 2200 mAh

Servo: 4

ESC: 25 Amp.

Self review:

+ thrust vectoring membuat space untuk manuver loop lebih sempit

+manuver cobra nampak indah

-masih boros batere.



Wednesday, March 3, 2010

Su-37 Punokawan

Bentuk moncong yang aduhai serta lekuk dagu pesawat aslinya membuat dorongan makin besar untuk membuat pesawat jenis ini. Daripada kesulitan membuat ukuran plans, diputuskan mencari gambar dua dimensi lalu difotokopi perbesar hingga WS selebar 80cm. Langsung salin ke polyfoam 6mm, potong-potong.

Setelah beberapa rabu berlalu, maka jadinya...

install servo dan pernik elektronik:

test elevator up:

homemade landing gear:

berdiri:

Let's maiden. Dokumentasi itu pasti, mumpung masih utuh :)

check semua channel.

full throttle... Start ROG-ing.. endorfin turun, adrenalin naik. palpitasi, itu pilihan.

up... up... please boy....


fyiuhh..... mulai bisa napas lagi.


roll - banking,... yess!

ajib, lah...



waktunya landing..

touching down to earth....

kesimpulan: pingin bikin lagi!!